Foto Alstonia scholaris
| No. Registrasi | 87-pulai |
|---|---|
| Nama Lokal | Pulai |
| Nama Ilmiah | Alstonia scholaris |
| Genus | Alstonia |
| Famili | Apocynaceae |
| Ordo | Gentianales |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Divisi | Tracheophyta |
| Kingdom | Plantae |
| Umur | - |
| Latitude | -1.65504722¡Æ |
| Longitude | 103.58412777¡Æ |
- Pulai termasuk ke dalam habitus pohon dengan tinggi 6-10 m dengan diameter batang mencapai 60-100 cm.
- Pulai berakar tunggang, dengan adanya lentisel berpori pada bagian permukaan akarnya.
- Kulit batang berwarna coklat terang dan terdapat getah berwarna putih susu pada bagian dalam kulit kayu.
- Batang yang sudah tua sangat rapuh dan mudah terkelupas.
- Daun pulai tergolong dalam tipe duduk daun berkarang.
- Bentuk daun bulat telur seperti spatula dengan ujung daun meruncing.
- Urat daun sangat jelas menonjol di bagian permukaan bawahnya.
- Tiap buku-buku batang atau tangkai terdapat 4 – 9 daun.
- Bunga pulai tergolong bunga biseksual.
- Bunga akan mengelompok pada pucuk daun.
- Perhiasan bunga berwarna putih kehijauan dengan bagian tepi melengkung ke bagian dalam.
- Buah pulai berbentuk memanjang dan ramping.
- Buah terdiri dari 2 folikel dan buah pulai akan pecah saat kering.
Secara ekologis A. scholaris tumbuh pada ketinggian 1 m – 1.230 m di atas permukaan laut, yaitu pada tanah berpasir dan tanah liat yang tidak pernah digenangi air.
- Pulai memiliki manfaat yang dapat digunakan untuk kesehatan.
- Kulit kayu pulai dapat digunakan untuk mengobati malaria, asma, penyakit kulit, epilepsi dan hipertensi.
- Getah dari batang pulai dapat digunakan untuk mengobati sariawan dan keseleo.
- Kayu pulai dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan batang pensil, topeng dan kerajinan kayu lainnya.