Foto Durio zibethinus
| No. Registrasi | 307 DURIAN |
|---|---|
| Nama Lokal | Durian |
| Nama Ilmiah | Durio zibethinus |
| Genus | Durio |
| Famili | Bombacaceae |
| Ordo | Malvales |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Divisi | Tracheophyta |
| Kingdom | Plantae |
| Umur | 7 tahun |
| Latitude | -1.65309400¡Æ |
| Longitude | 103.58254100¡Æ |
- Tumbuh tinggi dapat mencapai ketinggian 40 atau lebih
- Diameter batang berkisar anatara 100-200 cm
- Kulit batang berwarna coklat sampai merah tua kasar dan mengelupas tidak teratur
- Buah durian bertipe kapsul berbentuk bulat, bulat telur hingga lonjong, dengan panjang hingga 25 cm dan diameter hingga 20 cm
- Durian tumbuh pada tanah daratan kering dan tanah yang berbatu batu yang beriklim tropis pada ketinggian sampai 1000 mdpl.
- Curah hujan yang disukai sekurang-kurangnya 1500 mm, yang tersebar merata sepanjang tahun
- Tanaman ini memerlukan tanah yang dalam, ringan dan berdrainase baik. Derajat keasaman optimal adalah 6-6,5
- Muka air tanah tidak boleh kurang dari 150 cm karena air tanah yang terlalu rendah berakibat buah kurang manis.
- Durian terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan (arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar.
- Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan berlimpah, terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional, daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok), atau memfermentasikannya menjadi tempoyak.
- kayu durian dapat digunakan untuk konstruksi setelah diawetkan.